Semiotika
Dalam Ruang Pribadi Penonton:
Romantisme dan Ekonomi Politik Sinteron Indonesia
Oleh NURAINI JULIASTUTI
Televisi memang telah jadi perhatian studi-studi kebudayaan sejak lama, dan menurut saya memang tidak ada media lain yang menyamai televisi dalam hal besarnya volume teks-teks budaya populer yang dihasilkan. Rasanya, televisi selalu mampu melahirkan bagian-bagian baru yang menarik untuk diamati dan dianalisa, mulai dari siaran berita, iklan televisi, [...]
Menjadi Modern dengan Kaos
oleh ANTARIKSA
Dibanding jenis pakaian lainnya, sejarah kaos oblong [1] sebenarnya belumlah terlalu panjang. Kemungkinan besar kaos baru muncul antara akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Kaos berbahan katun biasanya dipakai oleh tentara Eropa sebagai pakaian dalam (di balik seragam), yang fleksibel dan bisa dipakai sebagai pakaian luar jika mereka beristirahat di udara siang yang [...]
Perlahan adalah Kecepatan yang Baru
Oleh FERDI THAJIB
Terkesan seperti sebuah slogan iklan komoditas gaya hidup, judul tulisan di atas adalah bagian dari ungkapan yang muncul dari pergeseran pemaknaan global atas cepat/lambat. Keduanya acap disandingkan, bahkan dipertentangkan, sebagai wajah waktu dalam wacana modernitas.
Akan tetapi, kuasa akselerasi masih merupakan logika utama dalam gerak laju sejarah modern ini. David Harvey (1989), seorang geografer [...]
Persahabatan sebagai Jalan Hidup
Wawancara dengan MICHEL FOUCAULT
T: Anda berusia 50′an. Anda juga pembaca “Le Gai Pied” yang sudah beredar selama 2 tahun belakangan. Apakah diskursus macam ini menurut Anda punya dampak positif bagi Anda sendiri?
F: Bahwa majalah seperti itu ada adalah adalah hal positif dan penting. Untuk menjawab pertanyaan Anda, saya dapat mengatakan bahwa saya tidak harus menjadi [...]
Hipersemiotika dan Postmodernisme
Oleh: Marthen L. Maarisit
Semiotika (semiotics) adalah salah satu dari ilmu yang oleh beberapa ahli/pemikir dikaitkan dengan kedustaan, kebohongan, dan kepalsuan, sebuah teori dusta. Jadi, ada asumsi terhadap teori dusta ini serta beberapa teori lainnya yang sejenis, yang dijadikan sebagai titik berangkat dari sebuah kecenderungan semiotika, yang kemudian disebut juga sebagai hipersemiotika (hyper-semiotics). Umberto Eco yang [...]